26 Jun 2010

Perhitungan harga Pokok Produksi Buku

Perhitungan Harga Pokok Produksi cetak buku dilakukan dengan cara menghitung semua biaya dan komponen yang terkait dalam proses pembuatan buku ditambah dengan keuntungan dan biaya lainnya.

Didalam pencetakan buku ada beberapa proses yang harus diketahui karena setiap proses pembuatan buku dari awal proses sampai akhir proses harus diperhitungkan maka dari itu harus dibuatkan Flow proses dahulu.

Hal-hal yang harus dihitung dalam pencetakan buku tersebut adalah :
1. Biaya Desain isi dan cover buku
2. Biaya setting naskah
3. Biaya pembuatan film separasi ( FC )
4. Biaya pembuatan film negatif dan positif
5. Biaya montage cover buku
6. Biaya montage isi buku
7. Biaya plate cover buku
8. Biaya plate isi buku
9. Biaya kertas cover buku
10. Biaya kertas isi buku
11. Biaya pencetakan cover buku
12. Biaya pencetakan isi buku
13. Biaya pelipatan isi buku
14. Biaya pengomplitan
15. biaya penjilidan; jilid kawat; jilid lem; jilid benang
16. Biaya pemotongan
17. Biaya pengepakan
18. Perhitungan total biaya ;
a. PPn + PPh
b. Harga per buku

Faktor-factor yang mempengaruhi Harga Pokok Produksi :


a) Tingkatan Efisiensi HPP Cetak
HPP dapat dikatakan efisiensi jika harga yang ditawarkan perusahaan percetakan terhadap order buku cukup kompetitif dengan kwalitas cetak terjamin baik.
b) Kwalitas Buku
Penetapan harga sesuai dengan kwalitas buku jika harga buku sama dengan mutu cetak sehingga dapat bersaing dengan percetakan-percetakan yang lain.
c) Ketepatan jadwal Produksi
Penetapan harga dianggap bijaksana dan tepat jika jadwal produksi dilaksanakan tepat waktu. Ketepatan waktu penyerahan hasil cetak sangat penting. Ketepatan waktu sangat memperngaruhi kredibilitas dan profit dari percetakan
d) Kelancaran waktu penyerahan/pengiriman
Apabila penyerahan buku ke perbitan sesuai dengan jadwal produksi berarti penerbit memperoleh ketepatan waktu edar. Ketepatan waktu edar mempengaruhi laku tidaknya buku
e) Sehatnya pertumbuhan perusahaan percetakan
Kelancaran produksi, ketepatan waktu, baiknya mutu cetakan dan terjaminnya harga cetak berarti akan memperlancar pembayaran dari pelanggan ( penerbitan ). Kelancaran pembayaran akan memperlancar cash flow percetakan sehingga perusahaan bisa tumbuh dengan sehat.

Rumus-rumus perhitungan Harga Pokok Produksi Betak Buku
Contoh soal Perhitungan HPP cetak buku dan pemecahannya
Spesifikasi
• Judul buku : BUKU A
• Ukuran jadi : 14 x 21 cm
• Oplag : 2.500 eks.
• Teknik jilid : jilid lem
No. Katern Hal Warna Kertas Ukuran Keterangan
Cover 4 4/0 AK 210 gr 14 x 21 cm 65 x 100 cm/plano
Isi Katern 160 1/1 HVS 70 gr 14 x 21 cm 65 x 100 cm/plano

1. Menghitung Biaya desain cover dan isi buku
a. Menghitung desain = 1
b. Harga desain per buku = Rp. 300.000 ,-
Rumus :

Biaya Desain = 1 x Rp. 300.000 = Rp. 300.000,-


2. Menghitung Biaya setting naskah
a. Jumlah halaman setting = 160 halaman
b. Ukuran buku = 14 x 21 cm
c. Harga setting per halaman = Rp. 12.000.-
Rumus :

Biaya setting per halaman = 160 x Rp. 12.000 = Rp. 1.920.000,-

3. Menghitung biaya pemprosesan film separasi warna ( FC )
a. Jumlah model = 1
b. Ukuran buku = 14 x 21 cm2
c. Harga pembuatan film separasi per cm2 = Rp. 45,-
Rumus :

Biaya film separasi = (32x24) x 4 x Rp.45,- = Rp. 138.240,-

4. Menghitung biaya pemprosesan film negatif dan positif
a. Jumlah halaman = 160 halaman
b. Ukuran buku = 14 x 21 cm
c. Harga pembuatan film B/W = Rp. 30,-



Rumus :

Biaya pemprosesan film B/W
16 x 22 x 160 x Rp. 30,-/cm2= Rp. 1.689.600,-

5. Menghitung Biaya montage cover dan isi buku
a. Jumlah halaman buku = 160 halaman
b. Jumlah hal. dalam per lintasan/montage = 16 halaman
c. Jumlah montage cover = 4 ( film )
d. Harga montage cover = Rp. 22.500,-
e. Harga montage isi = Rp. 45.000,-
Rumus :

Jumlah montage isi = 160 : 16 = 10 lbr film

Biaya montage cover dan isi buku :
• ( 4 x Rp. 22.500,-) + ( 10 x Rp. 45.000,- ) = Rp.540.000,-

6. Menghitung biaya plate cover buku
a. Jumlah plate cover separasi = 4 lembar
b. Ukuran maximum cetak naik di mesin GTOV 52
c. Harga plate cetak/lembar utk GTOV = Rp. 35.000,-



Rumus :

Biaya plate cover = 4 x Rp. 35.000,- = Rp. 140.000,-


7. Menghitung biaya plate isi buku
a. Jumlah plate isi buku = 10 lembar
b. Ukuran maxsimum cetak di mesin Speedmaster 72
c. Harga plate cetak/lembar Speedmaster= Rp. 150.000,-
Rumus :

Biaya plate isi = 10 x Rp. 150.000,- = Rp. 1.500.000,-

8. Menghitung biaya kertas cover buku
a. Oplah cetak = 2.500 eks.
b. Inschiet = 40 %
c. Harga kertas Ak 210 gr plano per rim = Rp. 650.000,-
d. Jumlah hal. dlm 1 lembar kertas plano = 8 halaman
Rumus :


Biaya kertas cover buku =

2.500 x Rp. 650.000,- x 140 % = Rp. 568.750,-
8 x 500

9. Menghitung biaya kertas isi buku
a. Oplah cetak = 2.500 eks.
b. Jumlah halaman = 160 halaman
c. Inschiet = 20 %
d. Harga kertas HVS 70 gr plano per rim = Rp. 120.000,-
e. Jumlah hal. dlm 1 lembar plano = 32 halaman


Rumus :


Biaya kertas isi buku =

2.500 x Rp. 120.000,- x 160 x 120 % = Rp. 3.600.000,-
32 x 500

10. Menghitung biaya pencetakan cover buku
a. Warna cover = 4/0
b. Inschiet = 40 %
c. Jumlah plate cetak cover = 4 lembar
d. Ongkos cetak per lintasan = Rp. 120,-
e. Oplah cetak = 2.500 eks.
Rumus :

Biaya pencetakan cover =
4 x Rp. 120,- x 2.500 x 140 % = Rp. 1.680.000,-

11. Menghitung biaya pencetakan isi buku
a. Warna isi = 1/1
b. Inschiet = 30 %
c. Jumlah plate cetak isi = 10
d. Ongkos cetak isi per lintasan = Rp. 55
e. Oplah = 2.500 eks.
Rumus :

Biaya pencetakan isi =
10 x Rp. 55,- x 2.500 x 130 % = Rp. 1.787.500,-

12. Menghitung biaya pelipatan katern
a. Jumlah halaman = 160 halaman
b. Jumlah katern = 5 katern
c. Ongkos pelipatan per katern = Rp. 50,-
d. Oplah cetak = 2.500 eks.
Rumus :

Biaya pelipatan = 5 x 2.500 x Rp. 50,- = Rp. 625.000,-



13. Menghitung biaya komplit katern
a. Oplah cetak = 2.500 eks.
b. Biaya komplit per buku = Rp. 25,-
Rumus :

Biaya Komplit buku = 2.500 x Rp. 25,- = Rp. 62.500,-

14. Menghitung biaya jilid lem
a. Oplah cetak = 2.500 eks.
b. Biaya penjilidan lem buku = Rp. 75,-
Rumus :

Biaya penjilidan lem = 2.500 x Rp. 75,- = Rp. 187.500,-

15. Menghitung biaya pemotongan buku
a. Oplah cetak = 2.500
b. Biaya potong per buku = Rp. 25,-
Rumus :

Biaya potong buku = 2.500 x Rp. 25,- = Rp. 62.500,-

16. Menghitung biaya pengepakan
a. Oplah cetak = 2.500 eks.
b. Jumlah buku dalam satu pak = 250
c. Ongkos pengepakan termasuk casing= Rp. 10.000,-
Rumus :


Biaya pengepakan = 2.500 x Rp. 10.000,- = Rp. 100.000,-
250

17. Jumlah seluruh biaya ( 1 s/d 16 ) = Rp. 14.901.590,-
18. Keuntungan (20%) =Rp. 2.980.318,-
19. Jumlah biaya ( 17-18 ) =Rp. 17.881.908,-
20. Ppn + PPh ( 10% ) = Rp. 1.788.190,-
21. Jumlah keseluruhan = Rp. 19.670.098,-
22. Harga per buku/ HPP ( jumlah biaya : oplah )
Rp. 19.670.098,- : 2.500 eks. = Rp. 7.868,-/eks.

Sumber info : http://pusgrafin-depdiknas.blogspot.com

Warna Special di Packaging

Penentuan Warna agar lebih menarik pada Packaging

1. masalah brand

cetakan packaging adalah cetakan yang digunakan untuk waktu yang lama...berbeda dengan cetakan koran atau majalah yang expirednya relatif cepat setelah digantikan edisi berikutnya...so warna pada packaging harus konsisten...tujuan supaya customernya aware dengan produk tersebut...penggunaan warna spesial sangat mendukung tujuan ini karena memudahkan percetakan untuk mengontrol warna...bisa dibayangkan kan kalau merah coca cola diganti warna proses...pasti merepotkan percetakan...belum lagi masalah tarik-tarikan dengan warna objek lain

2. gamut

cakupan warna yang bisa dicapai cmyk sangat terbatas...untuk mecapai warna yang ada di wilayah RGB dan Lab hanya ada satu cara : warna spesial !!
karena warna spesial itu jumlah banyak sekali digunakan standar penamaan warna..salah satu standar yang dipakai adalah Pantone...ini untuk memudahkan komunikasi desainer-prepress-printing...bisa dibayangkan repotnya kalau kita cuma bicara warna merah tua...seberapa merah? seberapa tua? tuanya ke arah mana??

3. isu misregister
packaging umumnya dicetak oleh printing gravure...mengatur register di metode cetak ini susah sekali karena bahan plastik yang relatif fleksible (memuai lalu menyusut) dan bentuknya yang berupa roll...untuk mengatasi objek2 yang berpotensi misregister terutama objek dan teks kecil dipakailah satu warna : warna spesial

btw warna spesial juga dikenal dengan istilah spot color

info : www.duniagrafika.com/forum

18 Agt 2009

Usaha Digital Printing VS Offset Printing

Mengetahui sejarah percetakan

Percetakan adalah sebuah proses industri untuk pemproduksikan massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Dia merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi.

Banyak buku dan koran sekarang ini biasanya dicetak menggunakan teknik
Percetakan offset. Biasanya imaji yang akan dicetak terlebih dahulu dilukiskan ke atas pelat offset dengan bantuan printer laser kemudian pelat ini akan diolah mesin cetak menjadi pola penintaan yang akan ditimpakan ke atas kertas cetak. Warna-warna bisa didapatkan dengan menimpakan beberapa pola warna dari setiap pelat offset sekaligus.


Teknik percetakan umum lainnya termasuk cetak relief, sablon, rotogravure, dan percetakan berbasis digital seperti pita jarum, inkjet, dan laser.
Percetakan Murah atau mahal tergantung proses pengerjaannya.


Dikenal pula teknik cetak poly untuk pemberian kesan emas dan perak ke atas permukaan dan cetak emboss untuk memberikan kesan menonjol kepada kertas.


Sejarah


Kemungkinan besar percetakan pertama kali ditemukan untuk mempermudah penduplikasian Injil. Jika sebelumnya ditulis dengan tangan di ruang scriptoria, maka sejak zaman renaisans manusia mulai berpikir untuk mempercepat proses ini lewat produksi massal.


Teknik cetak pertama kali yang dikenal dimulai dari Kota Mainz, Jerman pada tahun 1440 yang merupakan sentra kerajinan uang logam saat itu. Pertama kali metode cetak diperkenalkan oleh Johannes Gutenberg dengan inspirasi uang logam yang digesekkan dengan arang ke atas kertas.


Relief uang logam menimbulkan ide untuk membuat permukaan dengan tinggi bervariasi. Hal ini dikenal dengan nama cetak tinggi. Sekarang sudah banyak perusahaan percetakan
. Di Indonesia berkembang usaha dan bisnis percetakan, misalnya percetakan jakarta. Dan banyak juga pemain bisnis di bidang percetakan ini.


id.wikipedia.org